DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KATOLIK. Visi: Terwujudnya Masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen pancasilais dalam Negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Misi: Mengajak Masyarakat Katolik untuk berperan serta secara aktif dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan bangsanya.

Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Sampaikan Syarat Perekrutan Penyuluh Agama Katolik Non PNS Tahun 2022-2024

Atambua (Humas) – Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Pontinus Knaofmone, S.IP., menyampaikan syarat perekrutan penyuluh Agama Katolik Non PNS Kab. Belu Tahun 2022-2024. Hal ini disampaikan dalam kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan tugas penyuluh Agama Katolik Non PNS Kemenag Belu, Jumat (18/06/2021), bertempat di Aula Kantor Kemenag Belu.

“Pada bulan Juli-Agustus 2021, kita akan melaksanakan seleksi Penyuluh Agama Katolik Non PNS periode 2022-2024. Adapun persayaratan yang harus dipenuhi antara lain: Beragama Katolik, Memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang penyuluhan yang dibuktikan dengan surat keterangan/rekomendasi Pastor Paroki, Rekomendasi dari pejabat bimas Katolik Setempat, Usia paling rendah 22 tahun dan paling tinggi 65 Tahun, Pendidikan minimal Diploma III, serta bukan anggota atau pengurus organisasi terlarang”, urai Pontinus.

“Selain persyaratan-persyaratan tadi, calon penyuluh agama Katolik Non PNS harus memiliki beberapa standar kompetensi seperti Kompetensi ilmu keagamaan, Kompetensi ilmu komunikasi, Kompetensi sosial kultural, dan Kompetensi moral”, tambah Pontinus.

Adapun tahapan seleksi akan diawali dengan pengumuman tanggal 1-10 Juni 2021, Memasukan berkas lamaran 1-31 Juli 2021, Wawancara tanggal 6-15 Agustus 2021, dan pengumuman kelulusan pada 18 Agustus 2021.

Dalam tes wawancara akan dinilai sejauh mana pemahaman calon penyuluh terhadap Wawasan keagamaan, Moderasi beragama, Praktek ibadah, dan Praktek ceramah.

Selain menyampaikan informasi terkait seleksi penyuluh Agama Katolik Non PNS, juga dilakukan evaluasi pelaksanaan tugas penyuluh Agama Katolik Non PNS selama 6 bulan. Ada bayak hal yang dibicarakan, khususnya terkait laporan kinerja bulanan para penyuluh agama.

“Para penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan para penyuluh mampu menampilkan wajah Kementerian Agama di setiap bidang pelayanan yang saudara sekalian geluti”, tutup Pontinus.**(Selys/evan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *