DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KATOLIK. Visi: Terwujudnya Masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen pancasilais dalam Negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Misi: Mengajak Masyarakat Katolik untuk berperan serta secara aktif dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan bangsanya.

PEMBINAAN KEROHANIAN / RET RET GPAK TINGKAT DASAR TA 2021

 

Dalam arahan umumnya ketika membuka kegiatan yang bertajuk “Tantangan Iman Katolik Kaum Remaja di Era Pandemi COVID-19” itu, Kakankemenag Lembata menyampaikan bahwa program pembinaan siswa/i Katolik pada sekolah umum tersebut merupakan program baru pada Kantor Kementerian Agama Kaupaten Lembata melalui Seksi Pendidikan Katolik. Dikatakannya, program tersebut belum bisa menjangkau semua lembaga pendidikan atau sekolah umum yang ada di Kabupaten Lembata oleh karena keterbatasan alokasi anggaran pada program tersebut.

“Meski demikian, saya sangat berharap agar kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi anak-anak ini dapat dilaksanakan seefisien mungkin dan sungguh-sungguh membawa damapk positif bagi perkembangan anak-anak sekalian. Tujuan besar dari program ini tidak lain adalah perubahan dan perbaikan pola laku serta pola pikir generasi muda saat ini. Saya harapkan agar setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak sekalian bisa menjadi sadar secara pribadi untuk mempersiapkan masa depanmu sendiri secara baik dan bertanggung jawab. Ingat, kalian adalah pemimpin Gereja dan bangsa pada 10 hingga 15 tahun ke depan,” tegas Ishak.

“Untuk itu, kalian harus memanfaatkan momentum ini dengan baik, ikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai karena kalian beruntung bisa terpilih mewakili teman-teman lain yang belum beruntung mendapat kesempatan seperti kalian saat ini,” lanjut Kakankemenag ini.

Hal senada disampaikan oleh Romo Deken Lembata, RD. Philipus Sinyo da Gomez. Dalam sambutannya Romo Sinyo, sapaan akrabnya, mengajak civitas SMK Ile Lewotolok yang hadir saat itu untuk membangun niat yang sungguh untuk melakukan perubahan mulai dari dalam diri sendiri untuk selanjutnya menciptakan perubahan pada lingkungan di luar para peserta didik tersebut.

“Atas nama otoritas Gereja Lokal, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama karena telah menginisiasi program pembinaan ini dengan mengalokasikan dana pembinaan yang pada tahap ini bisa menjangkau beberapa lembaga pendidikan. Program pembinaan seperti ini terkadang dianggap sepele dan cenderung dilupakan oleh para pihak yang berkepentingan, padahal, kita tahu bahwa dampak dari kegiatan seperti ini sesungguhnya amatlah besar. Oleh karenanya, saya mengajak anak-anak sekalian untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Jangan sampai kita sama seperti orang yang membuang garam ke dalam air laut,” tandas Romo Sinyo.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu menghadirkan 50 orang peserta sebagai perwakilan dari keseluruhan siswa yang berjumlah lebih dari 600 (enam ratus) orang pada sekolah tersebut dan diisi dengan berbagai jenis kegiatan di antaranya pemberian materi pendampingan orang muda, katekese, sharing Kita Suci dan dinamika kelompok, serta dijadwalkan ditutup dengan perayaan ekaristi bersama. Keseluruhan proses tersebut didampingi oleh dua orang narasumber yakni Pastor Deken Lembata, RD. Philipus Sinyo da Gomez dan RD. Benediktus Belawa Wara selaku Ketua Komisi Pastoral Keluarga Keuskupan Larantuka. Keduanya juga telah menjadi pendamping pada kegiatan serupa pada beberapa sekolah sebelumnya.(**AJe/evan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *