DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KATOLIK. Visi: Terwujudnya Masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen pancasilais dalam Negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Misi: Mengajak Masyarakat Katolik untuk berperan serta secara aktif dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan bangsanya.

Ditjen Bimas Katolik Adakan Misa Kudus Penutupan Bulan Maria sekaligus Pelepasan 3 ASN

Jakarta, DBKat – Ditjen Bimas Katolik mengadakan perayaan Misa Kudus dalam rangka penutupan bulan Maria  dan pembinaan pegawai sekaligus perayaan syukur dan pelepasan 2 ASN yang memasuki purnabakti dan 1 ASN berpindah tempat tugas di Jakarta pada Senin (31/05).

Perayaan Misa kudus yang diadakan secara luring dan daring tersebut mengusung tema Saling Memerlukan, Membantu Satu Sama Lain, Saling Menjadi Penolong bagi yang Lain dipimpin oleh Pastor T.B. Gandhi, SJ, Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia. Ia mengajak semua yang hadir mendoakan ASN yang akan memasuki purnabakti dan berpindah tempat tugas agar mengalami kebahagiaan dan kedamaian memasuki perallihan ini.

Dalam khotbahnya, Pastor Gandhi menyampaikan pentingnya merasakan kehadiran Allah di tengah kerapuhan manusia. Ada dua figur yang menjadi teladan dalam menghadirkan Allah yaitu Maria dan Elisabeth.

Pastor Gandi mengajak ASN Bimas Katolik mencontoh inspirasi hidup Maria, ibu yang sederhana. Maria menghadirkan Allah secara nyata, mampu memupuk sebuah kegembiraan, dan keselamatan bagi sesama. Sebagai seorang ibu, Maria sedang mengalami pergulatan dan sedang mengandung; ia bergerak mengunjungi Elisabeth yang juga sedang mengandung. Ia hadir mengatasi pergulatan yang datang dari dalam maupun dari luar dirinya. Maria tetap hadir dengan penuh kegembiraan, karena Roh Kudus menyertainya. Perjumpaan Maria dan Elisabeth adalah perjumpaan kegembiraan yang melibatkan Allah.

Lebih lanjut, ia mengajak ASN dalam kesederhanaan seperti Maria bergerak, hadir, menyapa sesama manusia. Kegembiraan dan kehadiran dengan hati, ASN diharapkan mampu merasakan kehadiran Allah lewat tindakan nyata di tengah situasi dunia yang rapuh dan sakit karena pendemi Covid-19.

Terinspirasi dari surat Paus Fransiskus pada hari Komunikasi Sosial Februari lalu, Pastor Gandhi mengajak ASN untuk hadir di tengah situasi kerapuhan. “Hadir, bukan dalam arti fisik pergi kemana-mana, tapi kehadiran iman yang saling meneguhkan dan menyelamatkan dalam situasi kerapuhan ini. Komunikasi dan sapaan kita didasari relasi hati, bukan dengan hanya relasi rasio. Dengan didasari kehadiran hati dan iman, maka akan memampukan kita untuk berjalan dalam kondisi kerapuhan kita”, ajaknya

Pelepasan ASN Purnabakti

Pada kesempatan setelah perayaan Misa kudus, diadakan pelepasan 2 orang ASN memasuki purnabakti dan 1 ASN berpindah tempat tugas. Adapun ASN yang memasuki purnabakti adalah Sumardiyono, dengan jabatan terakhir Kasi Ketenagaan dan Kesiswaan pada Subdit Pendidikan Dasar dan Christina Mulat Winarniati, dengan jabatan terakhir Arsiparis Madya pada Subbagian Tata Usaha pada Bagian Umum dan Barang Milik Negara (BMN). Sedangkan pegawai yang berpindah tempat tugas adalah Marcelinus Masri, dengan jabatan terakhir Kasubbag Hukum pada Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum.

Foto: Tiga ASN yang dilepas menyampaikan ucapan terima kasih

Sumardiyono yang sudah mengabdi 34 tahun 2 bulan di Bimas Katolik mengucapkan terima kasih karena boleh bersama-sama mengikuti Ekaristi. Ia juga meminta maaf atas segala kesalahan selama mengabdi pada Ditjen Bimas Katolik. Ia juga mendoakan agar Ditjen Bimas Katolik makin maju dalam pelayanan kepada masyarakat Katolik.

Sementara itu, Christina Mulat Winarniati yang sudah mengabdi 36 tahun 2 bulan pada Ditjen Bimas Katolik, mengungkapkan rasa syukur atas karirnya mulai dari bawah sampai capaiannya saat ini. “Terima kasih kepada pimpinan yang membimbing kami dalam karir hingga sampai pada capaian saat ini. Terima kasih atas bimbingan dan wawasan. Ini menjadi bekal kami saat bergabung kembali dalam masyarakat. Saya masuk Bimas Katolik sebagai beriman Katolik, sampai akhir tetap beriman Katolik,” ungkapnya.

Ia juga meminta maaf kepada semua pihak. “Bila banyak hal-hal yang mengecewakan pimpinan, adik-adik saya, maupun yang ada di rumah. Minta maaf. Dengan karakter kami yang suka menolak saat di bagian TU (Tata Usaha), kami mohon maaf,” ucapnya.

Kemudian, Marcelinus Masri menyampaikan bahwa ia mendapat tugas baru dan bersatu dengan keluarga di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menghaturkan rasa terima kasih dan syukur karena selama masa bakti di Bimas Katolik Pusat dalam keadaan sehat. “Terima kasih atas kebersamaan, kekerabatan, hal-hal yang baik yang kita lakukan sekian tahun. Minta maaf atas kesalahan selama ini,” ungkap Marsel.

Berbagai Wejangan

Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, menyampaikan bahwa ketiga ASN Bimas Katolik memasuki masa peralihan dari perpisahan, menuju peralihan, dan terakhir memasuki integrasi. Ia mengharapkan peralihan memasuki masa integrasi membawa teladan yang tetap baik dan perubahan ke arah baik di tengah masyarakat dan di tempat tugas baru.

“Ketiga teman kita ini memenuhi apa yang disebut oleh orang bijak: perpisahan. Perpisahan dari keluarga, tanah kelahirannya, lalu memasuki ke tahap peralihaan, masa berkarya Sumardiyono, 34 tahun 2 bulan,  Bu Mulat, 36 tahun 2 bulan, dan Marcelinus,  17 tahun 5 bulan.  Kini saatnya, ketiga teman kita ini, masing-masing dengan coraknya sendiri memasuki fase ketiga, yaitu berintegrasi dengan masyarakat. Masa pensiun, memasuki ke awalnya dan kembali ke kampung halaman,” ungkap Sekretaris.

Senada dengan Sekretaris, Dirjen Bimas Katolik mengharapkan ketiga ASN yang kembali berintegrasi dengan masyarakat dapat mengabdikan diri dengan menjadi garam dan terang secara lebih nyata, dibandingkan ketika menjadi ASN yang terbatas pada amanah plat merah.

“Besok Pak Sumardiyono dan Bu Mulat sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat yang sudah 36 dan 34 tahun mereka layani. Tentunya akan membawa manfaat menjadi garam dan terang lebih nyata. Kalau kemarin, plat merah, marwah/amanah Pemerintah. Lantas sekarang menjadi bagian dari masyarakat. Maka teladan hidup berkarya selama puluhan tahun, tentunya dapat menjadi teladan bagi masyarakat,” nasihat Dirjen.

Secara khusus untuk Marcelinus Masri, Dirjen berpesan agar berkarya secara lebih bermakna lagi ketika bersatu dalam keluarga. “Seperti halnya keluarga kudus Nasaret, Yesus, Maria, dan Yosep, hidup berkarya lebih bermakna ketika kita hidup bersama keluarga. Bersama keluarga akan memiliki potensi untuk mengembangkan diri dan bakti bagi Gereja dan bangsa,” ungkap Dirjen.

Pada pesan penutupan acara, Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha menyampaikan terima kasih kepada semua, terutama kepada Pastor Gandhi yang telah memimpin Misa kudus penutupan bulan Maria sekaligus pembinaan rohani pegawai Ditjen Bimas Katolik.

Rangkaian acara yang diikuti lebih dari 80 orang pegawai Bimas Katolik ini diawali perayaan Ekaristi, ucapan pamit ASN memasuki purnabakti dan pindah tugas, sambutan atau wejangan pimpinan, dan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan. Dirjen, Sekretaris, dan Direktur Urusan Agama mewakili organisasi dan ASN Bimas Katolik memberikan kenang-kenangan sebagai tanda kasih kepada mereka yang akan memasuki suasana hidup baru.

 

Sumber: Subbag Sisfo dan Humas

Penulis: Pormadi

Editor: Sakeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *