DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KATOLIK. Visi: Terwujudnya Masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen pancasilais dalam Negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Misi: Mengajak Masyarakat Katolik untuk berperan serta secara aktif dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan bangsanya.

Bimas Katolik Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama Pada Guru dan Penyuluh Agama

Waibakul (Humas) – Dalam rangka menyebarluaskan gagasan dan ide tentang Moderasi Beragama kepada masyarakat Kabupaten Sumba Tengah, Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama yang diikuti oleh para Guru Pendidikan Agama Katolik PNS dan Non PNS serta Penyuluh Agama Katolik Non PNS bertempat di Aula Pastoral Paroki St. Klemens Katiku Loku, Jumat (18/6/2021).

Kepala Kantor Kemenag Kab. Sumba Tengah, Yosef Rangga Kapodo, SS pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Pejabat dan Staf Bimas Katolik yang telah menggagas kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama, karena sesuai dengan harapan tingkat Pusat dan Provinsi, sangat diharapkan agar lingkaran dekat Kemenag seperti Aparatur di Kantor, Guru di Sekolah, dan Penyuluh Agama di Lembaga Agama dapat menjadi barisan pertama yang memperjuangkan gagasan dan ide tentang Moderasi Beragama di masyarakat.

“Saya harap bapak/ibu Guru dan Penyuluh dapat mengikuti kegiatan ini secara baik agar dapat menjadi perpanjangan tangan kami dalam menyampaikan gagasan tentang Moderasi Beragama baik kepada peserta didik maupun umat beragama di lingkungan saudara,” ujar Kakanmenag, Yosef Rangga tegas.

Menurut Kakanmenag, Yosef Rangga Moderasi Beragama merupakan sebuah proses untuk memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama kita masing-masing secara adil dan berimbang, sehingga terhindar dari perilaku ekstrim kiri atau kanan. Setiap umat beragama harus meyakini ajaran agamanya yang paling benar dan atas dasar itu harus menjalani hidupnya sesuai ajaran agama yang diyakininya. Tetapi, pada saat yang sama kita juga harus terbuka dan mau mengakui adanya kebenaran lain diluar ajaran yang diyakini.

 “Bukan agama yang dimoderasi, tetapi cara kita beragama dan menghayati agama yang perlu dimoderasi agar kita dapat lebih membuka diri dan menghargai orang yang berbeda dengan kita,” tegas Kakanmenag, Yosef Rangga Kapodo.

Dengan sosialisasi ini, Yosef Rangga berharap para guru dan penyuluh memiliki pegangan untuk disampaikan kepada siswa dan kelompok binaan perihal hakikat keberagamaan Katolik sebagaimana diajarkan.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Francy R. S. Da Lopez, SH., Penyelenggara Pendidikan Katolik, Bertolomeus Kondo, S. Ag., Penyuluh Agama Katolik PNS, Staf Pelaksana, dan PPNPN Bimas Katolik. **(FRS/evan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *